Loading...
Jalan Yang Baik Dambaan Masyarakat - Juragan Koran | Koran Online Terbaik Untuk Pendidikan

Adsense 970x90

Jalan Yang Baik Dambaan Masyarakat

Minggu, 11 September 2016

Kondisi Jalan Mutholib Rusak Parah
Batanghari, juragankoran.id - Sarana infrastruktur jalan yang baik merupakan dambaan masyarakat, infrastruktur seperti jalan orang dan barang juga akan dapat meningkatkanlaju perekonomian yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Batanghari salah satunya di jalan Abdul Mutholib yang terletak di belakang pasar Keramat Tinggi Kota Muara Bulian, jalan tersebut rusak parah hampir dua tahun tidak juga kunjung diperbaiki. Akibat rusaknya jalan Abdul Mutholib ini, rencana Pemerintah Kabupaten Batanghari untuk mengalihkan arus lalu lintas dari dalam kota Muara Bulian ke luar Kota melalui jalan lingkar tidak dapat di wujudkna. Padahal, ini salah satu priontas utama pembangunan Kabupaten Batanghari yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan jangka menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batanghari tahun 2011-2016, parahnya rencana itu sudah digadang-gadang oleh Dinas Perhubungan Batanghari sejak tahun 2015 lalu.

Namun, apa daya di duga kurangnya sinergi antar instansi membuat jalan sepanjang  300 meter itu tidak tertangani. Instansi terkait dalamh al ini Dinas Pekerjaan Jalan yang sebelumnya di proyeksi menjadi pengalihan arus lalu lintas dari dalam kota keluar kota melalui jalan lingkar.

Bukan tanpa dasar, banyaknya angkutan barang terutama angkutan batu bara yang melintas di pusat kota, membuat risih masyarakat terutama pada jam sibuk anak-anak sekolah, pengalihan arus lalu lintas merupakan salah satu solusi menguranggi kemacetan, serta kecelakaan lalu lintas.

Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah membangun ruas jalan lingkar secara bertahap dan di prediksi pada tahun 2015 yang lalu arus lalu lintas sudah bisa melewati jalan lingkar tersebut.

Namun, akibat kerusakan jalan Abdul Mutholib sepanjang kurang lebih 300 meter yang disebut-sebut disebabkan karena timbunan jalan yang terlalu rendah sehingga beberapa kali badan jalan Abdul Mutholib terendam banjir, sehingga secara keseluruhan sepanjang kurang lebih 18 kilomater jalan yang telah di bangun dengan dana yang tidak sedikit tidak bisa di lewati kendaraan khususnya roda empat atau lebih, hanya kendaraan roda dua yang bisa melewati jalan Abdul Mutholib yang rusak berat tersebut.

Sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah social ekonomi masyarakatnya, salah satu prioritas utama pembangunan Kabupaten Batanghari yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batanghari adalah bidang Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan.

Pembangunan infrastruktur khususnya jalan diKabupaten Batanghari sebagai sector strategis dalam rangka memperlancara arus transportasi orang, jasa dan barang serta membuka daerah terisolir seperti dikatehaui pembangunan infrastuktur jalan Abdul Mutholib yakni dari Pasar Baru menuju simpang sridadi dengan lebar 8 meter dan panjang 4.581 meter di rintis sejak tahun 2012 yang lalu dan di lanjutkan pembangunan ruas jalan dari kelurahan sridadi menuju jalan Abdul Mutholib, dan diteruskan menuju jalan jend. Sudirman (Simpang AMD) sepanjang 5.222 meter,

Kemudian di teruskan sampai simapng Pete Desa Sungai Buluh sepanjang 8.230 meter, pembangunan jalan lingkar kurang lebih 18 kilometer tersebut di harapkan agar truk, tronton bermuatan besar dari arah muara tembesi dan dari arah Bajubang tidak lagi melalui pusat kota Muara Bulian, tetapi beralih melalui jalan alternative yang kita buat keluar kesimpang pete.

Dalam artian, tersedianya infrastruktur jalan yang baik membuat konektivitas infrastruktur di suatu wilayah akan saling bersambung. Pertanyaannya akankah kondisi jalan Abdul Mutholib sepanjang kurang lebih 300 meter yang rusak tersebut kito talak’i (biarkan)???. (Anuza)
Share
Loading...

Loading...
loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2016. Juragan Koran | Koran Online Terbaik Untuk Pendidikan.
Design by Ciptaan Tangan. Published by Dunia Usaha. Powered by Glen Hanz Sky.
Creative Commons License